4 Faktor Ini Dapat Mempengaruhi Kondisi Penderita Diabetes Mellitus Selama Ramadan
Puasa Ramadan mengubah pola makan dan aktivitas fisik yang dapat memengaruhi kadar gula darah dan kesehatan. Bahayakah jika penderita diabetes melitus menjalankan puasa?
Jika memutuskan berpuasa, penderita diabetes melitus harus dapat mengelola kondisi mereka dengan baik.
Menurut jurnal Recommendations for Management of Diabetes During Ramadan, Diabetes Care (2010), penderita diabetes tipe 1 berisiko sangat tinggi mengalami bermacam-macam komplikasi.
Risiko tinggi mengalami hipoglikemia berat terutama bagi penderita diabetes tipe 1 dengan riwayat hipoglikemia berulang atau ketidaksadaran hipoglikemia atau yang tidak terkontrol dengan baik.
Penelitian dari Diabetes Research and Clinical Practice, Diabetes and Ramadan: Practical guidelines 2021 menunjukkan pengurangan dosis insulin berlebihan untuk mencegah hipoglikemia dapat menempatkan mereka pada risiko hiperglikemia dan ketoasidosis diabetik.
Keputusan penderita diabetes berpuasa harus dibuat setelah diskusi dan anjuran dari dokter dan ahli gizi.
Beberapa faktor ini dapat mempengaruhi kondisi penderita diabetes melitus selama Ramadan:
1. Perubahan pola makan
Waktu makan selama Ramadan hanya pada saat berbuka dan sahur. Jika tidak memperhatikan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi saat berbuka dan sahur, penderita diabetes melitus berisiko mengalami fluktuasi kadar gula darah.
2. Perubahan waktu makan
Selama Ramadan, waktu makan menjadi tidak teratur. Ini dapat mempengaruhi kadar gula darah. Sementara penderita diabetes mellitus membutuhkan asupan makanan teratur dan terkontrol. Ini untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.
3. Dehidrasi
Orang yang berpuasa tidak boleh minum air hingga waktu berbuka. Sementara kekurangan cairan dapat menyebabkan penderita diabetes mengalami dehidrasi. Ini dapat mempengaruhi kondisi kesehatan secara keseluruhan.
4. Memengaruhi aktivitas fisik
Puasa dapat mempengaruhi tingkat aktivitas fisik seseorang. Berolahraga secara berlebihan saat berpuasa dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah. Ini dapat memengaruhi kondisi penderita diabetes melitus.
Karena itu, penting bagi penderita diabetes melitus untuk mengambil tindakan pencegahan dan mengelola kadar gula darah mereka dengan baik selama Ramadan.***







